GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Rumah Sakit Awal Bros Botania bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam menggelar Seminar Awam Manajemen Nyeri dan Cedera Olahraga di Aula Lantai 2 RS Awal Bros Botania, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus KONI Kota Batam serta para pelatih, khususnya dari cabang olahraga body contact.
Seminar tersebut menjadi wadah edukasi bagi para pelatih untuk memahami penanganan nyeri dan cedera olahraga secara tepat, mulai dari pertolongan pertama hingga penanganan medis yang komprehensif.

Direktur RS Awal Bros Botania, dr. Retno Kusumo, MARS, mengatakan nyeri merupakan sinyal awal dari tubuh yang menandakan adanya gangguan kesehatan. Karena itu, setiap keluhan nyeri tidak boleh diabaikan dan perlu ditangani sesuai penyebabnya.
"Nyeri adalah bentuk respons tubuh ketika terjadi gangguan. Tidak hanya nyeri pada lutut, kaki, atau punggung, tetapi hampir di seluruh bagian tubuh. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya agar penanganannya tepat," ujar dr. Retno.
Menurutnya, penanganan nyeri saat ini telah berkembang menjadi lebih komprehensif melalui layanan Pain Management, yaitu pendekatan yang tidak hanya berfokus menghilangkan rasa sakit, tetapi juga memperbaiki fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien.
Ia menjelaskan, RS Awal Bros Botania memiliki layanan khusus yang ditangani dokter dengan kompetensi di bidang intervensi nyeri sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
"Kami berharap seminar ini dapat menambah wawasan para pelatih dan masyarakat. Apabila masih membutuhkan informasi lebih lanjut, kami selalu terbuka untuk konsultasi bersama dokter maupun tim medis kami," katanya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kota Batam, Daroe Nugroho, mengapresiasi inisiatif RS Awal Bros Botania yang menghadirkan seminar bertema kesehatan olahraga.

Menurutnya, pengetahuan mengenai penanganan cedera sangat penting dimiliki para pelatih, terutama pada cabang olahraga body contact yang memiliki risiko benturan dan cedera lebih tinggi.
"Ilmu seperti ini sangat dibutuhkan pelatih. Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan ketika atlet mengalami cedera sehingga penanganan awal dapat dilakukan dengan benar sebelum mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ujarnya.
Daroe juga menyampaikan salam dari Ketua Umum KONI Kota Batam yang tidak dapat hadir karena menjalankan tugas di luar daerah. Ia menambahkan, antusiasme pelatih sangat tinggi untuk mengikuti seminar, meski jumlah peserta harus dibatasi.
Dalam kesempatan itu, dr. Rachmat Imannudin, Sp.An-TI, FIP, Dokter Spesialis Anestesiologi sekaligus Pain Intervention RS Awal Bros Botania, memaparkan materi mengenai layanan Pain Management.
Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan penanganan nyeri secara menyeluruh melalui kombinasi terapi obat, rehabilitasi, edukasi pasien, hingga tindakan intervensi medis sesuai kebutuhan.
Tujuan utama terapi adalah mengurangi intensitas nyeri, meningkatkan mobilitas dan fungsi tubuh, mengurangi ketergantungan terhadap obat dalam jangka panjang, memperbaiki kualitas tidur, serta membantu pasien kembali produktif.

Menurut dr. Rachmat, masyarakat sebaiknya segera berkonsultasi apabila mengalami nyeri yang tidak kunjung membaik selama lebih dari dua minggu, nyeri berulang yang mengganggu aktivitas, nyeri saraf disertai kesemutan atau kebas, maupun nyeri kronis akibat penyakit tertentu.
Layanan Pain Management di RS Awal Bros Botania mampu menangani berbagai keluhan, seperti nyeri pascaoperasi, cedera olahraga, nyeri punggung bawah, saraf terjepit (HNP), osteoarthritis, migrain, nyeri neuropatik, nyeri pascastroke hingga nyeri akibat kanker.
Selain konsultasi medis, layanan ini juga didukung berbagai tindakan seperti nerve block, injeksi sendi, epidural steroid injection, trigger point injection, radiofrekuensi ablasi, terapi listrik (TENS), fisioterapi, latihan peregangan, serta edukasi mengenai postur tubuh dan manajemen nyeri secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, RS Awal Bros Botania berharap para pelatih memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penanganan cedera olahraga, sehingga dapat membantu menciptakan pembinaan atlet yang lebih sehat, aman, dan berprestasi.