Busana Melayu Antar Baiq Tri Astuti Raih Gelar Best Catwalk IKWI Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:25:12 WIB
Busana Melayu Antar Baiq Tri Astuti Raih Gelar Best Catwalk IKWI Nasional

GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Sekretaris Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kepulauan Riau, Baiq Tri Astuti Hudayani, S.Pd., mengukir prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Best Catwalk pada Lomba Busana Adat Nusantara yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 IKWI.

Ajang tingkat nasional tersebut diikuti perwakilan IKWI dari berbagai provinsi di Indonesia dan berlangsung selama sepekan sebelum puncak perayaan HUT IKWI pada 21 Juli 2026.

Mewakili Provinsi Kepulauan Riau, Baiq Tri Astuti tampil anggun mengenakan busana adat Melayu Kepri yang dipadukan dengan penyampaian filosofi budaya secara mendalam. Penampilannya berhasil mencuri perhatian dewan juri hingga mengantarkannya meraih gelar Best Catwalk.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi IKWI Kepulauan Riau sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada peserta dan tamu yang hadir dari seluruh Indonesia.

Selain mengemban amanah sebagai Sekretaris IKWI Kepri, Baiq juga dikenal sebagai seorang guru yang berdedikasi di Kota Batam. Kepiawaiannya dalam membawakan busana adat tidak hanya menonjolkan sisi estetika, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap unsur pakaian Melayu.

"Baju adat Melayu tidak lahir sekadar untuk memanjakan mata. Ia adalah bahasa yang tak bersuara, yakni selembar hikayat yang ditenun dengan benang emas, dijahit dengan petuah para leluhur, lalu diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya," ujar Baiq.

Menurutnya, baju kurung dengan potongan longgar, lengan panjang, dan kerah tinggi merupakan simbol kesopanan serta kehormatan perempuan Melayu. Keindahan tidak diukur dari kemewahan penampilan, melainkan dari kemampuan menjaga marwah, harga diri, dan akhlak.

Ia juga menjelaskan bahwa songket yang dikenakan melambangkan keberkahan, kemuliaan, dan harapan akan rezeki yang halal. Sementara warna kuning keemasan pada busana menjadi simbol daulat, kewibawaan, kehormatan, dan marwah dalam tradisi Melayu.

Tak hanya itu, setiap aksesori yang dikenakan memiliki makna tersendiri. Kerongsang melambangkan penjagaan kehormatan, mahkota dan sanggul menggambarkan kedudukan perempuan sebagai permaisuri dalam keluarga, tusuk sanggul mengajarkan ketelitian, jurai menjadi lambang kelembutan hati, sedangkan gelang merupakan simbol doa dan restu orang tua.

"Begitulah adat Melayu memaknai busana. Ia bukan sekadar pakaian, melainkan cermin kehidupan. Di dalamnya bersemayam tiga tiang yang tak boleh runtuh, yakni iman, adat, dan marwah. Anggun pada rupa, kukuh pada jiwa. Mewah dalam makna, sederhana dalam laku. Beragama tanpa meninggalkan budaya, berbudaya tanpa meninggalkan agama," tutur Baiq.

Ketua PWI Kota Batam, Muhammad Khafi Ansyari, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai penghargaan yang diraih Baiq menjadi bukti bahwa keluarga besar PWI dan IKWI mampu berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia sekaligus mengharumkan nama Kepulauan Riau di tingkat nasional.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi IKWI Kepulauan Riau dan keluarga besar PWI Kota Batam. Baiq Tri Astuti tidak hanya berhasil meraih penghargaan Best Catwalk, tetapi juga sukses memperkenalkan filosofi dan kemuliaan budaya Melayu di panggung nasional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota IKWI untuk terus berkarya dan menjaga warisan budaya bangsa," ujar Khafi.

Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa budaya Melayu Kepulauan Riau memiliki daya tarik dan nilai luhur yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui penampilan Baiq Tri Astuti Hudayani, pesan tentang pentingnya menjaga adat, budaya, dan marwah Melayu berhasil tersampaikan dengan elegan kepada masyarakat Indonesia.

Tags

Terkini