Amsakar Achmad Tegaskan Penanganan Banjir Jadi Perhatian Serius, 167 Titik Jadi Prioritas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:19:40 WIB
Amsakar Achmad Tegaskan Penanganan Banjir Jadi Perhatian Serius, 167 Titik Jadi Prioritas

GLOBALKEPRI.COM, BATAM - Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi perhatian serius pemerintah. BP Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengalokasikan anggaran untuk menangani 167 titik prioritas banjir pada Tahun Anggaran 2026 dan 2027.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Kamis (1/10/2026).

“Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh,” kata Amsakar.

Menurutnya, sejumlah kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir telah masuk dalam penanganan. Beberapa pekerjaan bahkan telah menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Empat pekerjaan penanganan banjir saat ini telah mencapai progres sekitar 60 persen. Pekerjaan tersebut meliputi normalisasi dan peningkatan drainase Simpang Kepri Mall, drainase Sei Beduk, drainase Jalan R. Suprapto kawasan Sawang Permai Batu Aji, serta drainase kawasan Makam Pahlawan–RS Graha Hermine Batu Aji.

Amsakar menyebut, pekerjaan di empat kawasan tersebut mulai memberikan dampak positif. Hal itu terlihat saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Batam pada 22 September lalu selama sekitar dua jam.

Menurutnya, sejumlah kawasan yang sebelumnya dikhawatirkan mengalami luapan tidak kembali mengalami kondisi serupa setelah pekerjaan penanganan dilakukan.

“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” ujarnya.

Bengkong Swadebi Jadi Perhatian

Selain sejumlah titik yang tengah dikerjakan, kawasan Bengkong Indah Swadebi juga menjadi perhatian pemerintah.

Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, telah merumuskan langkah penanganan kawasan tersebut melalui tiga pekerjaan utama.

Ketiganya yakni pembangunan kolam retensi di kawasan Cahaya Garden, pembangunan dua segmen kanal banjir, serta pembangunan rumah pompa Bengkong di bagian hilir.

Pekerjaan tersebut direncanakan masuk dalam Tahun Anggaran 2027 dan akan menjadi prioritas untuk dikebut melalui sinergi Pemko Batam dan BP Batam.

“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh. Saya minta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air bersinergi dengan Deputi Infrastruktur BP Batam untuk menyiapkan ini dengan baik dan matang,” jelas Amsakar.

Ia mengatakan, kombinasi pembangunan kolam retensi, kanal banjir, dan rumah pompa diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan genangan di kawasan Bengkong secara lebih optimal.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Kawasan

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pemerintah akan terus melakukan identifikasi terhadap titik-titik rawan banjir di Batam.

Menurutnya, setiap titik membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerentanannya.

“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Li Claudia menegaskan, tujuan utama dari berbagai langkah tersebut adalah mengurangi genangan serta memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh perangkat di wilayah masing-masing untuk aktif melaporkan titik-titik banjir yang dinilai krusial. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan penanganan berdasarkan tingkat klasifikasi kerentanan di setiap lokasi.

Setiap perkembangan pekerjaan, lanjutnya, juga perlu dievaluasi secara konsisten untuk memastikan langkah yang dilakukan benar-benar efektif.

Selain peran pemerintah, Li Claudia menilai dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga fungsi sistem drainase.

Masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke saluran air serta segera melaporkan apabila menemukan saluran tersumbat atau kondisi lain yang berpotensi menyebabkan genangan.

“Tentu dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” ucap Li Claudia. (*)

Tags

Terkini