GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memastikan kesiapan penuh dalam mengantisipasi peningkatan arus perlintasan orang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Kota Batam dioperasikan secara maksimal untuk menjamin kelancaran pelayanan keimigrasian.
Berdasarkan proyeksi perlintasan, jumlah keluar-masuk orang melalui Batam diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 8 persen dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya. Sementara itu, pergerakan penumpang transportasi laut diprediksi mencapai kurang lebih 700 ribu orang sepanjang masa libur Nataru.
Menghadapi kondisi tersebut, Imigrasi Batam telah menyiapkan personel secara penuh dengan penambahan petugas di sejumlah titik pemeriksaan yang dinilai rawan kepadatan. Seluruh konter pelayanan juga difungsikan secara optimal agar proses pemeriksaan berjalan lancar, aman, cepat, dan tetap mengedepankan prinsip pelayanan humanis.
Hingga akhir Desember 2025, data keimigrasian menunjukkan bahwa kedatangan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Batam masih didominasi oleh warga negara Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan India. Pada akhir pekan, rata-rata jumlah kedatangan penumpang tercatat mencapai sekitar 7.000 orang per hari, sementara keberangkatan berada di kisaran 4.000 orang per hari.
Untuk mengurai potensi kepadatan di TPI Batam Center, Imigrasi Batam mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jalur alternatif seperti Pelabuhan Harbour Bay, Sekupang, Nongsa, Marina, serta Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Selain itu, pemanfaatan fasilitas autogate juga terus dioptimalkan. Saat ini, sebanyak 10 unit autogate beroperasi di TPI Batam Center dan 8 unit lainnya di TPI Harbour Bay guna mempercepat proses pemeriksaan penumpang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga keamanan selama periode padat penumpang libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami memastikan kesiapan personel, sistem, serta sarana pendukung di seluruh pelabuhan dan bandara. Hal ini sejalan dengan penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian sebagaimana tertuang dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.