GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Semangat perjuangan para pendahulu kembali dikenang jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dalam Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026.
Upacara berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Jumat (21/8/2026), dipimpin Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., serta diikuti para pejabat utama dan personel Polda Kepri.
Peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang kepolisian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sekaligus memperkuat tekad personel dalam menjalankan tugas pengabdian.
Sejarah Hari Juang Polri tidak dapat dilepaskan dari peristiwa 21 Agustus 1945. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya.
Dalam apel tersebut, Muhammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi yang menegaskan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Polri setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024.
Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan
Dalam arahannya, Wakapolda Kepri meminta seluruh personel menjadikan sejarah perjuangan tersebut sebagai sumber inspirasi dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, anggota Polri saat ini merupakan bagian dari perjalanan panjang Polisi Perjuangan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi mempertahankan negara.
“Sejarah tersebut jangan sampai kita lupakan. Kita harus memahami bahwa kita adalah bagian dari Polisi Perjuangan,” ujar Anom.
Ia menekankan bahwa semangat perjuangan harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap personel harus mampu menjaga integritas, mematuhi aturan, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi.
“Apabila sesuatu merupakan pelanggaran, jangan dilakukan. Kita harus selalu mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi negara,” tegasnya.
Pangkat dan Seragam Adalah Amanah
Wakapolda juga mengingatkan bahwa pangkat dan jabatan yang melekat pada setiap anggota Polri bukan sekadar kebanggaan, tetapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Begitu pula dengan seragam dan atribut kepolisian yang dikenakan. Semua itu membawa nama besar institusi serta harapan masyarakat terhadap kinerja Polri.
Karena itu, setiap personel diminta menjaga kehormatan institusi melalui perilaku, sikap, serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Pangkat, jabatan, seragam dan atribut yang melekat pada diri kita merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang harus kita jaga,” pesannya.
Peringatan Hari Juang Polri 2026 di lingkungan Polda Kepri diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan meneladani perjuangan para pendahulu, jajaran Polda Kepri berkomitmen memberikan pelayanan kepolisian yang semakin humanis, profesional, dan bertanggung jawab.
“Semoga peringatan Hari Juang Polri ini benar-benar dapat mengingatkan kita kepada sejarah perjuangan para pendahulu kita,” pungkas Wakapolda Kepri.