Hadapi Kemarau hingga September, Bupati Roby Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Bintan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:54:37 WIB
Hadapi Kemarau hingga September, Bupati Roby Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Bintan

GLOBALKEPRI.COM, BINTAN — Musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026 membuat Pemerintah Kabupaten Bintan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, meminta seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, hingga dunia usaha untuk memperkuat sinergi dan tidak menunggu terjadinya kebakaran untuk mengambil tindakan.

Menurut Roby, pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar akibat cuaca kering.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Hukum Polres Bintan Tahun 2026, Jumat (28/8/2026), di Halaman Mapolres Bintan.

“Bagi kami ini mitigasi awal terkait karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk potensi-potensi ke depan. Kami mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat untuk sama-sama bersinergi dan berada pada tahap kesiapsiagaan,” ujar Roby.

Roby juga menyoroti potensi pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Ia meminta masyarakat bersama aparat menjadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing untuk mencegah munculnya titik api.

Menurutnya, pengawasan di tingkat lingkungan sangat penting karena kebakaran dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

“Kita minta seluruh pihak menjadi pengawas di wilayahnya masing-masing. Kalau ada aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan dan lakukan langkah pencegahan,” tegasnya.

Bintan Punya Sejumlah Potensi Bencana

Roby mengapresiasi Polres Bintan dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan apel kesiapsiagaan tersebut.

Ia mengatakan, karakteristik geografis Bintan yang memiliki kawasan hutan dan lahan cukup luas membuat daerah tersebut memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana.

Selain karhutla, beberapa ancaman lainnya meliputi tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, abrasi, hingga kekeringan.

“Letak geografis Bintan memungkinkan adanya beberapa risiko bencana. Karena itu, kesiapan harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi,” katanya.

Roby menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Penanganan Bencana Bergeser ke Upaya Pencegahan

Dalam kesempatan tersebut, Roby menjelaskan bahwa paradigma penanggulangan bencana saat ini telah bergeser. Jika sebelumnya penanganan lebih banyak dilakukan setelah bencana terjadi, kini upaya pencegahan dan mitigasi harus dikedepankan.

Penanggulangan bencana juga tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar potensi bencana dapat ditekan sejak dini.

“Sekarang paradigma penanggulangan bencana adalah dari responsif menjadi preventif. Kemudian dari sektoral menjadi multisektoral. Ini bukan hanya inisiatif pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama TNI-Polri, masyarakat dan dunia usaha,” jelas Roby.

Ia berharap seluruh pihak dapat memahami peran masing-masing sehingga apabila terjadi karhutla, penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti personel Polres Bintan, unsur medis dari Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, serta para camat se-Kabupaten Bintan.

Sejumlah kendaraan operasional, alat pelindung diri (APD), dan perlengkapan tanggap darurat turut disiagakan.

Kesiapan personel dan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan Kabupaten Bintan memiliki respons cepat menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

Pemkab Bintan pun mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Langkah pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menjaga lingkungan, melindungi masyarakat, sekaligus mencegah karhutla meluas di wilayah Bintan.

Tags

Terkini