Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun di Semester I 2026, Kepercayaan Investor Terus Menguat

Ahad, 16 Agustus 2026 | 08:41:15 WIB
Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun di Semester I 2026, Kepercayaan Investor Terus Menguat

GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi perjalanan Batam yang terus bergerak maju. Di tengah dinamika ekonomi global, Batam justru menunjukkan geliat investasi yang semakin kuat.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik, serta kemudahan berusaha terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin nyata bagi masyarakat.

Kinerja investasi Batam sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), pertumbuhan tersebut kembali berlanjut hingga Semester I 2026.

Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Batam hingga Semester I 2026 telah mencapai Rp38,97 triliun.

Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,89 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas investasi sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai salah satu kawasan strategis investasi di Indonesia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran semakin kuatnya kepercayaan investor sekaligus menunjukkan konsistensi BP Batam dalam membangun iklim investasi yang kompetitif.

Menurut Amsakar, investasi tidak semata-mata berbicara mengenai besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga bagaimana kawasan mampu memberikan kepastian, mempercepat proses, serta memastikan investasi dapat direalisasikan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Sebelumnya, pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut tercatat hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional yang berada di angka 7,2 persen. Pada periode yang sama, Batam juga memberikan kontribusi sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional.

Momentum Pertumbuhan Terus Dijaga

Amsakar menegaskan bahwa capaian Semester I 2026 menjadi modal penting untuk menjaga momentum investasi hingga penghujung tahun.

Batam menargetkan realisasi investasi sebesar Rp70 triliun sepanjang 2026. Dengan capaian berdasarkan LKPM sebesar Rp29,89 triliun, realisasi Semester I telah mencapai 42,70 persen dari target tahunan.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi sebesar Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari target investasi tahun ini.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, BP Batam akan terus memperkuat berbagai aspek yang menjadi kebutuhan investor, mulai dari kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan pelayanan hingga pembangunan infrastruktur.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan daya saing Batam sebagai kawasan investasi strategis, terutama di tengah persaingan kawasan industri dan ekonomi di Asia Tenggara.

Li Claudia: Pelayanan Jadi Kunci

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai tingginya realisasi investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem usaha yang memberikan kepastian sejak tahap awal investasi hingga proyek benar-benar beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia menegaskan, BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi agar berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi investor dapat direspons secara cepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.

Li Claudia menilai keberhasilan investasi pada akhirnya tidak hanya tercermin dari besarnya nilai investasi yang tercatat, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Manfaat tersebut antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga semakin kuatnya daya saing Batam.

Dengan realisasi investasi yang terus bergerak sepanjang paruh pertama 2026, Batam kini memiliki modal kuat untuk mengejar target Rp70 triliun hingga akhir tahun.

Angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa geliat ekonomi Batam belum berhenti. Di balik setiap proyek yang masuk, terdapat harapan terciptanya lapangan kerja baru, berkembangnya industri, dan semakin luasnya manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi pengingat bahwa perjalanan Batam menuju kawasan ekonomi yang semakin maju masih terus berlanjut—dengan investasi, inovasi, dan pembangunan sebagai penggeraknya.

Tags

Terkini