Legenda Timnas Bakal Ramaikan Batam, Football Series 2026 Jadi Panggung Talenta Muda

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:20:48 WIB
Legenda Timnas Bakal Ramaikan Batam, Football Series 2026 Jadi Panggung Talenta Muda

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Gemuruh sepak bola kembali akan menyelimuti Batam. Bukan hanya pemain muda yang akan menjadi sorotan, sejumlah legenda Timnas Indonesia juga siap kembali menginjakkan kaki di lapangan hijau Batam dalam Batam International Football Series 2026, 22–23 Agustus mendatang.

Kehadiran para legenda sepak bola nasional menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Batam Prime International Grassroots Football Festival 2026 yang digelar Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Garuda Yaksa FC Academy.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu laga yang paling ditunggu adalah Fun Game Timnas Indonesia Legend menghadapi BP Batam Legend. Pertandingan ini akan mempertemukan pemain-pemain yang pernah menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia dengan jajaran pejabat BP Batam.

Sejumlah nama besar dipastikan ambil bagian. Timnas Indonesia Legend akan diperkuat Rully Nere, Rahmad Darmawan, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti, hingga Patar Tambunan.

Dari kubu BP Batam Legend, Kepala BP Batam Amsakar Achmad dijadwalkan turun bersama Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis dan Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano.

Bagi masyarakat Batam, pertandingan tersebut bukan sekadar nostalgia. Lebih dari itu, laga para legenda diharapkan menjadi momen yang mampu membakar semangat anak-anak yang tengah meniti jalan menjadi pesepak bola profesional.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan sepak bola usia dini harus mendapatkan perhatian karena dari sanalah proses regenerasi pemain dimulai.

“Kami ingin anak-anak Batam melihat bahwa mimpi menjadi pesepak bola hebat itu bisa dimulai dari lapangan sederhana, dari kompetisi usia dini dan dari keberanian untuk terus berlatih,” ujar Amsakar.

Menurutnya, kehadiran legenda Timnas di Batam diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda bahwa kesempatan untuk mencapai level lebih tinggi selalu terbuka selama mereka memiliki kemauan, disiplin, dan kerja keras.

Amsakar menegaskan, olahraga juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda.

“Grassroots adalah fondasi. Dari sana kita membangun mental bertanding, karakter dan talenta. Ketika kemudian mereka mendapatkan kesempatan berkompetisi di level internasional, maka Batam tidak hanya menjadi tempat lahirnya talenta, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju prestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy, Fary Djemy Francis, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.

Menurut Fary, terdapat tiga kekuatan yang ingin dipertemukan melalui kegiatan tersebut, yakni legenda sebagai sumber inspirasi, grassroots sebagai fondasi regenerasi, serta kompetisi internasional sebagai pintu menuju pengalaman yang lebih luas.

“Kita tidak ingin berhenti pada fun game dan nostalgia. Legenda hadir untuk memberi inspirasi, grassroots menjadi fondasi regenerasi, dan pertandingan internasional menjadi jembatan agar anak-anak Batam berani bermimpi menuju panggung yang lebih besar,” kata Fary.

Semarak Batam International Football Series 2026 tidak berhenti pada laga legenda. Batam International Grassroots Football Festival juga akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Selain itu, International Trofeo akan mempertemukan Geylang International FC dari Singapura, Indera FC dari Brunei Darussalam, Garudayaksa FC, dan Batam Premier FC.

Pertandingan lintas negara tersebut menjadi kesempatan berharga bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi yang lebih kompetitif sekaligus membuka wawasan mereka terhadap perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Legenda Timnas Indonesia era 1980-an, Rully Nere, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan usia dini merupakan fondasi utama untuk melahirkan pemain berkualitas di masa depan.

“Pemain Timnas tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh dari lapangan-lapangan usia dini, dari kompetisi, disiplin dan kesempatan,” kata Rully.

Ia berharap semakin banyak anak-anak berbakat dari Batam yang mendapatkan kesempatan untuk tampil, belajar, dan berani memasang target lebih tinggi.

“Festival seperti ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung dan keberanian untuk bermimpi membela Indonesia,” sambungnya.

Batam kini bukan hanya menjadi tuan rumah sebuah pertandingan sepak bola. Kota ini tengah membangun sebuah ekosistem.

Legenda membawa cerita masa lalu. Anak-anak membawa mimpi masa depan. Dan lapangan hijau menjadi tempat keduanya bertemu.

Dari Batam, talenta-talenta muda diharapkan terus tumbuh, berani bermimpi, berani berkompetisi, hingga suatu hari mengenakan lambang Garuda di dada.

Satu Bangsa, Satu Semangat, Satu Tujuan: Indonesia Juara!

Tags

Terkini