GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Semangat membangun sepak bola sejak usia dini terus digaungkan di Kota Batam. Badan Pengusahaan (BP) Batam menghadirkan Batam Grassroot Football Festival 2026, sebuah turnamen yang tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung pencarian talenta-talenta muda sepak bola potensial.
Kompetisi ini mempertemukan klub dan sekolah sepak bola (SSB) dalam tiga kelompok usia, yakni U8, U10 dan U12. Sebanyak 27 tim tercatat ambil bagian dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung dengan persaingan cukup ketat.

Pada kategori U8 terdapat 10 klub yang berpartisipasi, sementara kategori U10 diikuti 17 klub. Adapun kategori U12 diikuti 19 klub.
Festival sepak bola usia dini tersebut digelar BP Batam melalui kolaborasi bersama Garuda Yaksa Football Academy, Batam Prime International Grassroot, Batam Premier FC, serta sejumlah sponsor dan mitra pendukung.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Ahmad, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemi Francis, jajaran deputi BP Batam, Forkopimda, KONI Batam, PSSI, pelatih, orang tua serta para pemain usia dini.
Bukan Sekadar Turnamen
Ketua Pembina Batam Grassroot Football Festival 2026, Fary Djemi Francis, menegaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang sebagai bagian dari program jangka panjang untuk membangun pembinaan sepak bola di Batam.
Menurut Fary, para pemain yang tampil tidak hanya berkompetisi untuk menjadi juara. Mereka juga memiliki kesempatan untuk dipantau oleh pencari bakat.

“Intinya kami akan melakukan talent spotting untuk mendapatkan anak-anak dan talenta kita yang ke depan akan kita bina dan dampingi,” kata Fary.
Fary menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kompetisi bertaraf internasional. Para juara dan tim terbaik dari turnamen regional Batam akan mendapatkan kesempatan tampil pada seri berikutnya yang menghadirkan akademi sepak bola dari sejumlah negara tetangga.
Malaysia dan Singapura menjadi bagian dari rencana pengembangan kompetisi tersebut, sehingga pemain muda Batam dapat memperoleh pengalaman bertanding dengan lawan dari luar negeri.
“Turnamen ini tidak hanya sampai pada turnamen, tetapi kami ingin membangun satu rangkaian pembinaan sepak bola yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana pengembangan akademi sepak bola di Batam yang diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan talenta lokal secara lebih terarah.
Program tersebut juga berkaitan dengan Garuda Yaksa Football Academy yang memiliki misi mencari talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Fary berharap pemain-pemain potensial yang muncul dari Batam Grassroot Football Festival nantinya dapat melanjutkan pembinaan dan memiliki jalur menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Amsakar Dorong Kompetisi Berkelanjutan
Kepala BP Batam Amsakar Ahmad memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival sepak bola usia dini tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan dua manfaat sekaligus. Pertama, memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi. Kedua, menjadi kesempatan bagi talent scout untuk menemukan pemain-pemain muda berbakat.
“Event ini luar biasa, apalagi menjadi ajang untuk menyeleksi talenta-talenta muda dan memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan kompetisi secara baik,” kata Amsakar.
Ia berharap agenda serupa dapat digelar secara berkelanjutan sehingga pembinaan pemain usia dini tidak berhenti pada satu kompetisi.
Amsakar juga meminta para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang sepak bola.
“Teruslah semangati anak-anak kita untuk menjadi atlet berbakat Batam dan Indonesia ke depan,” pesannya.
Amsakar kemudian secara resmi membuka Batam Grassroot Football Festival 2026.
KONI Batam: Momentum Cari Bibit Unggul
Ketua Umum KONI Batam Rani Rafitriyani menilai langkah BP Batam menggelar kompetisi sepak bola usia dini patut diapresiasi.

Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperluas proses penjaringan atlet potensial di Kota Batam.
“Ini acara yang dibuat BP Batam cukup luar biasa, terutama dalam pencarian bibit atlet sepak bola usia dini,” ujar Rani.
Ia berharap anak-anak yang memiliki kemampuan terbaik dari turnamen tersebut dapat terus mendapatkan pembinaan hingga mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami dari KONI Batam mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi bagian dari penjaringan atlet lokal, bahkan ada pertandingan internasionalnya,” katanya.
27 Tim Ramaikan Kompetisi
Sejumlah tim yang ambil bagian dalam Batam Grassroot Football Festival 2026 antara lain:
Tango FC, Progress Plus A, Citra Mas, Ongis FA, RBM FA, SSB DB13, Bimantara FC A, Progress Plus B, Patriot Muda, Merah Putih Academy A, Mantang United, SSB FCB FC, Kemuning Lion, Merah Putih Academy B, NFA, PSKB Junior, Bimantara FC, Bina Pratama, Batam Premier JR, Marbella AU, GBC FC, Gurindam Pratama, Marbella AS, Progress Plus, Tango B, Tango A, dan Blue Eagle.

Dengan perpaduan kompetisi, talent scouting dan rencana pertandingan internasional, Batam Grassroot Football Festival 2026 diharapkan menjadi salah satu fondasi baru dalam membangun ekosistem sepak bola usia dini di Batam.
Bukan hanya mencari juara, festival ini membawa misi lebih besar: menemukan, membina dan mengantarkan talenta muda Batam menuju panggung sepak bola yang lebih tinggi.

