GLOBALKEPRI.COM, BATAM — Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat di Provinsi dihebohkan dengan beredarnya proposal permohonan bantuan dana yang mencatut nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri. Organisasi tersebut memastikan dokumen yang beredar merupakan proposal palsu.
Ketua PWI Kepri, , menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan proposal permohonan dana, termasuk untuk kegiatan berbagi takjil selama Ramadan.
Menurutnya, proposal yang beredar di masyarakat merupakan tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang berpotensi merugikan banyak pihak.
“PWI Kepri tidak pernah membuat ataupun menyebarkan proposal bantuan dana. Dokumen itu dipastikan bukan dari organisasi kami,” ujarnya saat dikonfirmasi di , Rabu (25/2/2026).
Identitas Pengurus Dicatut
Dalam proposal tersebut tercantum sejumlah nama sebagai panitia kegiatan, bahkan mencantumkan nama ketua organisasi yang tidak sesuai dengan kepengurusan resmi. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa dokumen tersebut merupakan rekayasa untuk melancarkan aksi penipuan.
Isi proposal meminta bantuan dana operasional anggota PWI Kepri dengan dalih kegiatan sosial berbagi takjil Ramadan.
Namun, pengurus menegaskan seluruh isi proposal tidak benar dan tidak memiliki kaitan dengan kegiatan resmi organisasi.
Modus Diduga Mengarah ke Penipuan
Informasi yang dihimpun menyebutkan proposal tersebut disebarkan dengan mencantumkan nomor WhatsApp tertentu. Saat dihubungi, pihak yang bersangkutan justru meminta sejumlah uang dengan alasan kebutuhan pribadi.

PWI Kepri menilai modus ini merupakan upaya penipuan yang memanfaatkan nama organisasi profesi demi memperoleh keuntungan.
Pertimbangkan Laporan Polisi
Menyikapi kejadian tersebut, Saibansah menyampaikan bahwa PWI Kepri tengah berkoordinasi dengan bidang advokasi dan pembelaan wartawan untuk menentukan langkah hukum.
Tidak menutup kemungkinan, organisasi akan segera membuat laporan resmi ke aparat kepolisian agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Imbauan Kepada Masyarakat
PWI Kepri mengimbau masyarakat, instansi pemerintah, maupun pihak swasta agar tidak merespons proposal apa pun yang mengatasnamakan organisasi tersebut.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan atau menerima proposal serupa agar kasus ini dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
PWI Kepri berharap masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kerap muncul menjelang Ramadan, khususnya yang mengatasnamakan lembaga atau organisasi resmi.