GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Suasana Perumahan The Icon Central, Batam Centre, memanas setelah sejumlah warga melakukan aksi protes terbuka dengan memasang spanduk penolakan di lingkungan hunian mereka, Sabtu (11/1). Aksi ini dipicu oleh keberatan warga terhadap tingginya Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) serta rencana pembangunan homestay di dalam kawasan perumahan.
Spanduk-spanduk protes terlihat terpasang di pintu masuk utama hingga beberapa titik strategis lainnya. Warga menegaskan penolakan terhadap keberadaan homestay yang dinilai bertentangan dengan konsep hunian privat yang sejak awal dijanjikan oleh pengembang, Central Group.
Salah satu tulisan pada spanduk berbunyi, “Tolak Homestay di The Icon Central, IPL Terlalu Mahal!” Sementara spanduk lainnya menuntut pengelolaan kawasan yang lebih adil dan transparan.
Menurut warga, rencana alih fungsi sejumlah unit rumah menjadi homestay berpotensi mengganggu kenyamanan penghuni tetap. Selain meningkatkan lalu-lalang orang asing, warga juga khawatir akan aspek keamanan dan ketertiban lingkungan.
Iqbal, salah satu warga, menuturkan bahwa kawasan tersebut dipasarkan sebagai hunian eksklusif dan tertutup.
“Jika diubah menjadi area penginapan, tentu berbeda dengan kesepakatan awal. Ini menyangkut kenyamanan dan privasi kami sebagai penghuni,” ujarnya.
Selain persoalan homestay, warga juga menyoroti besaran IPL yang dinilai tidak wajar. Ketua RW The Icon Central, Herry Sembiring, menyebutkan bahwa warga dibebani IPL mulai dari Rp765 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per bulan untuk setiap unit rumah.
“Besaran IPL ini tidak sebanding dengan fasilitas dan layanan yang diterima warga,” katanya.
Upaya dialog dengan pihak manajemen disebut telah dilakukan beberapa kali, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Hal inilah yang mendorong warga melakukan aksi pemasangan spanduk sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka.
Sementara itu, rekam jejak Central Group sebagai pengembang juga kembali menjadi perhatian publik. Sebelumnya, perusahaan tersebut sempat disorot terkait sejumlah keluhan warga di proyek perumahan lain di Batam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Central Group belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga The Icon Central.

