GLOBALKEPRI.COM, BATAM – Tidak ada yang berubah dari susunan barisan. Bendera tetap dikibarkan perlahan. Lagu Indonesia Raya tetap menggema di halaman SMKN 4 Batam, Senin pagi (26/1/2026). Namun ada satu hal yang membuat upacara hari itu terasa berbeda—lebih hangat, lebih dekat ke hati.
Di hadapan ratusan siswa dan guru, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam memberikan penghargaan literasi kepada Nada Salsabila Kamil, siswi SMKN 4 Batam yang diam-diam telah menorehkan prestasi luar biasa. Hingga kini, Nada telah menulis 19 novel, dan empat di antaranya telah diterbitkan secara resmi.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWI Batam M.A. Khafi Ansari, didampingi tim pendidikan PWI Batam Dedi Sulaiman, Arment Aditya, dan Muhammad Kamil, serta Kepala SMKN 4 Batam Abdul Mukti. Piagam itu menjadi simbol pengakuan atas ketekunan, imajinasi, dan kesetiaan Nada pada dunia kata.
“Ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi bukti bahwa literasi masih hidup dan tumbuh di kalangan pelajar,” ujar Khafi Ansari.
“Melalui karya-karyanya, Nada menunjukkan bahwa membaca dan menulis adalah jalan untuk membangun karakter dan masa depan.”
Di tengah era serba cepat, Nada memilih jalan sunyi. Ia menghabiskan waktu dengan membaca, menulis, dan membangun dunia-dunia fiksi dari pikirannya sendiri. Dari proses itulah lahir belasan cerita, karakter, dan konflik yang menjelma menjadi novel.
Sembilan belas novel yang ditulis Nada adalah perjalanan panjang. Tentang kegigihan melawan rasa lelah, tentang keberanian bermimpi, dan tentang keyakinan bahwa kata-kata memiliki kekuatan.
Menurut Khafi, pemberian piagam ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi, sekaligus motivasi agar anak-anak muda berani berkarya dan berinovasi di bidang literasi,” katanya.
Momen tersebut disaksikan penuh perhatian oleh para siswa. Barangkali bagi sebagian dari mereka, pagi itu menjadi kesadaran baru: bahwa teman sebangku bisa saja sedang membangun masa depan lewat halaman demi halaman tulisan.
Bagi PWI Batam, penghargaan ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendorong budaya literasi, sejalan dengan semangat pers sebagai penjaga nalar dan peradaban.
Dan di pagi itu, di halaman SMKN 4 Batam, semua orang kembali diingatkan:
bahwa kata-kata, jika dirawat dengan kesabaran, mampu mengubah upacara biasa menjadi peristiwa yang tak terlupakan.

