GLOBALKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau Tahun 2026 terus mengintensifkan persiapan menjelang pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Provinsi Kepulauan Riau yang akan digelar pada 1–8 November 2026 di Kota Tanjungpinang.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Panitia Besar Porprov VI Kepri yang dilaksanakan secara hybrid (tatap muka dan Zoom Meeting), Senin (13/7/2026). Rapat dihadiri Ketua Umum KONI Kepri Usep RS, Sekretaris Umum KONI Kepri Dr. Suyono, Ketua Panitia Besar Asmin Patros yang mengikuti secara daring, serta seluruh jajaran panitia.
Membuka rapat, Sekretaris Umum KONI Kepri Dr. Suyono menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh bidang agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, mengatakan sisa waktu sekitar empat bulan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh panitia.

Ia meminta setiap ketua bidang bekerja secara profesional sesuai tugas dan tanggung jawabnya, serta terus berkoordinasi dengan Sekretariat Panitia Besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama proses persiapan.
"Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar empat bulan, semangat kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan Porprov VI Kepulauan Riau Tahun 2026," kata Usep.
Porprov VI Kepri 2026 akan mempertandingkan 32 cabang olahraga yang diikuti atlet dari tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Karena itu, seluruh bidang diminta secara berkala melaporkan perkembangan pekerjaan serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Dalam rapat tersebut juga diputuskan peninjauan seluruh venue pertandingan akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WIB.

Setiap cabang olahraga akan mengirimkan dua delegasi yang akan dibagi ke dalam lima kelompok untuk meninjau venue bersama Panitia Besar dan Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
Karena Wali Kota Tanjungpinang memiliki agenda kedinasan pada hari yang sama, audiensi yang sebelumnya direncanakan dibatalkan dan seluruh peserta akan langsung melakukan peninjauan ke lokasi pertandingan.
Panitia Besar juga meminta seluruh cabang olahraga segera menyerahkan nama delegasi untuk memudahkan pengaturan transportasi serta pembagian kelompok kunjungan.

Selain itu, cabang olahraga yang membawa peralatan pertandingan dari Batam ke Tanjungpinang diminta segera mengurus surat rekomendasi melalui Panitia Besar. Surat tersebut akan digunakan dalam proses administrasi di BP Batam maupun Bea dan Cukai agar distribusi peralatan berjalan lancar.
Sementara itu, Ketua Panitia Besar Porprov VI Kepri, Asmin Patros, menyampaikan tahapan Entry by Number dan Entry by Name dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Menurutnya, seluruh proses verifikasi peserta, kesiapan venue, perangkat pertandingan, dan kebutuhan teknis lainnya ditargetkan selesai pada September. Sedangkan Oktober akan difokuskan pada pemeriksaan akhir seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari upacara pembukaan, akomodasi, transportasi, pelayanan tamu, hingga operasional pertandingan.
Asmin mengingatkan seluruh cabang olahraga agar memanfaatkan dana bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jika masih terdapat kekurangan anggaran, cabang olahraga didorong membangun kerja sama dengan berbagai pihak sebagai sumber pendanaan tambahan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
"Dana bantuan pemerintah harus menjadi prioritas dalam penggunaannya serta dipertanggungjawabkan secara akuntabel, transparan, dan tepat waktu. Keberhasilan Porprov VI tidak hanya diukur dari sukses penyelenggaraan dan prestasi atlet, tetapi juga dari tertib administrasi dan pengelolaan anggaran," tegas Asmin.
Panitia Besar optimistis Porprov VI Kepulauan Riau 2026 akan berlangsung sukses dengan mengusung semangat "Bersatu, Bersinergi, Berprestasi".
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga terbesar di Kepri, Porprov VI juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

