PWI Batam Hadir di SMPN 60 Batam, Tanamkan Literasi dan Jurnalisme Sejak Dini

PWI Batam Hadir di SMPN 60 Batam, Tanamkan Literasi dan Jurnalisme Sejak Dini
PWI Batam Hadir di SMPN 60 Batam, Tanamkan Literasi dan Jurnalisme Sejak Dini

GLOBALKEPRI.COM – Suasana berbeda terasa di aula SMP Negeri 60 Batam pada Sabtu pagi (10/1/2026). Ratusan pelajar tak sekadar mengikuti kegiatan sekolah rutin, melainkan diajak menyelami dunia literasi dan jurnalistik dalam kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Sekitar 200 siswa kelas VII dan VIII bersama para guru mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi ruang belajar alternatif bagi pelajar untuk mengenal pentingnya membaca, menulis, serta menyikapi informasi secara kritis di tengah derasnya arus digital.

Kepala SMPN 60 Batam, Gusfawati, S.Pd., M.M., menilai kegiatan literasi dan pelatihan jurnalistik ini sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini. Ia menyebut, sekolahnya telah memiliki ekstrakurikuler jurnalistik yang aktif selama dua tahun terakhir.

“Kami berharap pelatihan ini memberi penguatan, terutama agar siswa mampu memahami proses jurnalistik secara langsung dari para wartawan,” ujarnya.

Menurut Gusfawati, ilmu yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik sehingga mampu melahirkan karya tulis dan berita sekolah yang berkualitas.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Batam yang mendorong peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Hal tersebut sejalan dengan semangat HPN 2026 yang puncaknya akan dilaksanakan di Serang, Banten, pada 9 Februari mendatang.

Ketua PWI Kota Batam, M. A. Khafi Anshary, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter pelajar. Ia mengingatkan bahwa kemampuan membaca dan menulis harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis.

“Di era media sosial, literasi menjadi kunci agar pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” katanya.

Materi Gerakan Literasi Sekolah disampaikan oleh pemateri Arment Aditya. Dalam paparannya, ia membeberkan sejumlah data nasional dan internasional terkait kondisi literasi Indonesia yang masih tergolong rendah dibanding negara lain.

Ia menekankan bahwa rendahnya minat baca berpengaruh langsung terhadap kemampuan berpikir kritis pelajar. Karena itu, GLS harus dijalankan secara berkelanjutan dan kreatif di lingkungan sekolah.

“Literasi tidak harus selalu berat. Bisa dimulai dari kebiasaan membaca, pojok baca, mading aktif, hingga penerbitan majalah sekolah,” jelasnya.

Pada sesi jurnalistik, pelajar diperkenalkan pada dasar-dasar penulisan berita, teknik wawancara, serta peran jurnalis sekolah. Interaksi dua arah terlihat hidup ketika para siswa aktif bertanya dan mencoba menuangkan ide dalam tulisan.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu diharapkan menjadi pemantik lahirnya generasi pelajar yang gemar membaca, berani menulis, dan mampu berpikir kritis. Dari aula SMPN 60 Batam, benih literasi dan jurnalisme pun mulai ditanam untuk masa depan yang lebih cerah.

#Kepri

Index

Berita Lainnya

Index