GLBALKEPRI.COM, BATAM — Memasuki awal Januari 2026, masyarakat Kota Batam kembali dihadapkan pada dinamika kenaikan harga kebutuhan pokok. Sejumlah komoditas utama seperti beras dan gula mengalami peningkatan harga di pasaran, yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan harga tersebut menambah beban belanja rumah tangga warga. Kondisi ini terasa semakin berat pada awal tahun, saat kebutuhan keluarga harus tetap terpenuhi di tengah keterbatasan ekonomi.
Merespons situasi tersebut, Artha Graha Peduli (AGP) melalui PT Makmur Elok Graha (MEG) kembali menghadirkan Program Pasar Murah sebagai upaya nyata membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Program Pasar Murah AGP merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang telah berjalan sejak 11 Desember 2025. Kegiatan ini digelar di berbagai wilayah Kepulauan Riau, mulai dari Batam, Rempang, Galang, Tanjungpinang, hingga Pulau Penyengat, dengan tujuan menjaga akses pangan masyarakat di tengah fluktuasi harga.
Kehadiran pasar murah tersebut disambut antusias warga. Ina, warga Sei Raya, mengaku kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan cukup terasa saat berbelanja.
“Sekarang belanja memang harus lebih dihitung karena harga naik. Dengan adanya pasar murah ini, kami sangat terbantu karena kebutuhan pokok masih bisa terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nek Tinah, warga Tanjung Kertang. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Pasar Murah AGP di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Nenek bersyukur sekali dengan adanya AGP dan MEG. Cari makan dan uang sekarang susah, sementara kebutuhan pokok tetap harus dipenuhi. Kegiatan ini benar-benar membantu dan membuat nenek merasa tidak sendirian,” tuturnya haru.
Sementara itu, Saiful, warga Pasir Merah, menilai pasar murah menjadi solusi konkret di tengah lonjakan harga.
“Biasanya kalau harga naik, kami terpaksa mengurangi belanja. Dengan adanya Pasar Murah AGP, kebutuhan pokok tetap bisa dipenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain,” ungkapnya.
Pendapat serupa disampaikan Izam, warga Sembulang, yang menyebut keberadaan pasar murah memberikan rasa lega bagi masyarakat.
“Harga naik, sementara kebutuhan tidak bisa ditunda. Pasar murah ini sangat membantu. Setidaknya ada bantuan nyata yang bisa kami rasakan langsung,” katanya.
Selain menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan Pasar Murah AGP juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis melalui tim Arthakes, serta dukungan relawan AGP yang aktif mendampingi warga selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi nilai tambah yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Warga pun berharap program Pasar Murah AGP dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, mengingat dampak positif yang dirasakan di tengah tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok.
Sementara itu, Raihan, selaku PIC Lapangan Pasar Murah Artha Graha Peduli dari PT Makmur Elok Graha, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Pasar Murah AGP bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini kami jalankan sebagai dukungan nyata dalam menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, Pasar Murah AGP juga menjadi bagian dari dukungan Artha Graha Peduli terhadap upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas pangan. Dengan memperpendek rantai distribusi dan menghadirkan pasar murah secara langsung ke masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. (*)

