GLOBALKEPRI.COM, TAPANULI TENGAH - Musim panen durian di Desa Sibiobio, Kabupaten Tapanuli Tengah, berubah menjadi duka mendalam. Pada Selasa pagi (25/11/2025), Yeremi Talambanua bersama warga lain berangkat ke kebun sekitar pukul 09.00 WIB. Tak ada tanda bahaya, kecuali aliran sungai yang terdengar lebih deras dari biasanya.
Satu jam berselang, alam seakan murka. Sungai meluap tiba-tiba, disertai suara gemuruh yang memecah kesunyian. Air bah menerjang permukiman warga, menyeret rumah, harta benda, hingga alat-alat kerja.
Rumah Yeremi yang berada di dekat aliran sungai tak mampu bertahan. Bangunan hancur, meninggalkan puing dan kenangan. Saat kejadian, Yeremi berada di kebun dan hanya bisa pasrah ketika mengetahui rumahnya rata dengan tanah.
Bencana tersebut juga merenggut korban jiwa. Sembilan warga dilaporkan hilang, dua orang ditemukan pada hari kejadian, sementara tujuh lainnya hingga kini belum ditemukan.
“Kami selamat, anak saya empat orang. Tapi semua harta benda habis. Kami benar-benar mulai dari nol,” ujar Yeremi saat ditemui di Desa Sibiobio, Rabu (20/1/2026).
Sejak banjir bandang itu, Yeremi dan keluarganya menumpang tinggal di rumah tetangga. Kondisi tidak mudah, karena satu rumah bisa dihuni dua hingga tiga kepala keluarga. Akses menuju desa yang terputus akibat jembatan rusak dan longsor membuat bantuan sulit masuk.
Harapan datang ketika Tim Dermawan Laia untuk Sumatra tiba di Desa Sibiobio. Bantuan yang dibawa menjadi penguat bagi warga yang selama ini bertahan dalam keterbatasan.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada Tim Dermawan Laia yang sudah datang dan peduli dengan kondisi kami,” ucap Yeremi.
Ketua Tim Dermawan Laia, Filpan Fajar Dermawan Laia, mengatakan pihaknya membawa sekitar 500 paket bantuan yang terdiri dari sembako, perlengkapan ibadah, kursi roda, obat-obatan, serta kebutuhan mendesak lainnya.
“Bantuan kami fokuskan ke Desa Sibiobio dan dua desa lain di Tapanuli Tengah yang terdampak banjir,” katanya.
Menurut Fajar, Desa Sibiobio menjadi prioritas karena kondisi wilayah yang terisolasi dan tingkat kerusakan yang cukup parah.
“Akses jalan rusak dan penuh tantangan, tapi itu tidak menghalangi kami untuk datang langsung melihat dan membantu warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan kemanusiaan tersebut dilakukan murni atas dasar kepedulian. Dalam aksi ini, Tim Dermawan Laia juga berkolaborasi dengan komunitas Rakyat Bantu Rakyat.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga dan menjadi penguat di tengah masa sulit,” tutup Fajar.

