KONI Batam Bantah Isu Minim Prestasi, Ungkap Deretan Medali hingga SEA Games

KONI Batam Bantah Isu Minim Prestasi, Ungkap Deretan Medali hingga SEA Games
Binpres KONI Batam Daroe Nugroho, Kepala Bidang Organisasi KONI Batam, Dr. Fadlan, SH, M, Dasril Tanjung

GLOBALKEPRI.COM, Batam – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam memberikan klarifikasi atas isu yang menyebut Batam minim prestasi olahraga. Isu tersebut mencuat setelah adanya pemberitaan yang menyoroti kinerja serta pengelolaan dana hibah KONI Batam.

Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Batam, Daroe Nugroho, menilai informasi yang beredar belum menggambarkan kondisi sebenarnya, khususnya terkait sistem pembinaan atlet yang selama ini berjalan di daerah.

Menurut Daroe, penting untuk memahami bahwa prestasi olahraga nasional berakar dari pembinaan di tingkat kabupaten/kota, termasuk Batam yang menjadi salah satu basis utama atlet di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Atlet Indonesia itu lahir dari daerah. Atlet Kepri juga berasal dari kabupaten/kota, dan Batam termasuk yang paling banyak berkontribusi. Jadi prestasi itu dibangun dari bawah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah cabang olahraga telah menyumbangkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), dengan raihan medali emas yang tidak lepas dari peran atlet asal Batam.

“Cabor seperti layar, taekwondo, ski air, dan dance sport berhasil meraih medali emas. Itu kontribusi nyata dari atlet Batam,” jelas Daroe.

Kontribusi tersebut juga berlanjut di tingkat internasional. Dalam ajang SEA Games, dua dari tiga atlet Kepri yang berlaga diketahui berasal dari Batam.

“Hasilnya, dua atlet Batam meraih medali, masing-masing perak dan perunggu. Ini menunjukkan pembinaan yang dilakukan di Batam berjalan efektif,” tambahnya.

Daroe menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang didukung oleh anggaran yang disalurkan ke masing-masing cabang olahraga (cabor).

“Pembinaan ada di daerah. Di Batam, proses itu berjalan dan hasilnya bisa dilihat dari prestasi atlet,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi KONI Batam, Dr. Fadlan, SH, MH, yang juga praktisi hukum, menekankan pentingnya penyampaian informasi yang berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“Sejauh ini atas klaim ataupun pemberitaan yang beredar, harus didukung dengan informasi dan keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan, supaya tidak menimbulkan bias,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa KONI Batam terus menjalankan program pembinaan, salah satunya melalui Pekan Olahraga Kota (Porkot) sebagai ajang peningkatan kualitas atlet.

“Kita juga sudah melaksanakan Porkot, itu bagian dari upaya meningkatkan prestasi. Semua ada prosesnya,” jelasnya.

Dalam hal pengelolaan anggaran, Fadlan menegaskan pihaknya sangat berhati-hati dan selalu mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Kita mengikuti pengelolaan keuangan dan pelaporan sesuai aturan negara. Kita juga berkaca dari kasus di daerah lain, sehingga sangat hati-hati dalam mengelola anggaran,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa dana yang diterima disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga guna mendukung pembinaan atlet secara optimal.

“Anggaran benar-benar disalurkan sesuai kebutuhan cabor, agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Fadlan juga mengingatkan agar pemberitaan tidak bersifat opini tanpa dasar yang jelas.

“Segala sesuatu harus bisa dibuktikan dengan klaim yang jelas. Jangan sampai opini justru menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap ke depan media dapat berperan sebagai penyampai informasi yang objektif sekaligus sarana edukasi publik.

“Pemberitaan seharusnya memberikan edukasi dengan menyampaikan fakta yang benar, bukan justru memunculkan informasi yang berpotensi hoaks,” tutupnya.

#Kepri

Index

Berita Lainnya

Index